Join The Community

Premium WordPress Themes

Search

Tampilkan postingan dengan label Videografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Videografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Videografi: Teknik Kamera Video dan Pengambilan Gambar


Kamera Video

Definisi
Kamera video adalah perangkat kamera yang digunakan untuk mengabil gambar bergerak dan menyimpannya pada media tertentu, dimana kemudian akan dilakukan proses pengolahan.
Jenis Kamera Video
1)      Berdasarkan Format
  • Analog
  • Digital
2)      Berdasarkan Media Rekam
  • Betamax
  • VHS
  • 8mm
  • VHS-C
  • DV(Digital Video)
  • Mini DV
  • Betacam
  • Memori stick
  • Mini Disc
Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video
Kenali dan Pahami Kamera Video
Semua alat yang akan digunakan harus benar � benar dikuasai supaya meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya.
Rekaman Video yang Layak Dilihat dan Disimpan
Rekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan disimpan jika memenuhi 4 syarat : cukup pencahayaan, fokus, stabil dan cukup durasi.
Rekaman Video yang Layak Dinikmati
Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi kaidah � kaidah sebagai berikut:
  • Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.
  • Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.
  • Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.
  • Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )
  • Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle
  • Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera
  • Shot By Camera Positions : Face Shot, � Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot
  • � Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity
Rekaman Video yang Selesai dan Layak Tonton
Sebuah karya videografi yang selesai dan siap ditonton umumnya melewati tahap-tahap berikut ini:
  1. Pra Produksi : Proses perencanaan dan persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif ( riset, penulisan outline, skenario, storyboard, dsb.).
  2. Produksi : Proses pengambilan gambar di lapangan (shooting).
  3. Pasca Produksi : Proses penyuntingan di ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio visual lainnya.
  4. Presentasi : Menyajikan hasil penyuntingan (editing) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD, dsb.)
  5. Distribusi : Penyebarluasan karya videografi (screening, penjualan,broadcastingwebcasting, dsb.).
Teknik Kamera : Pengambilan Gambar
Establingshing Shot (ES)
    Pengambilan gambar/shooting yang di ambil dari jarak yang sangat jauh atau dari �pandangan mata burung�, biasanya untuk membangun pengetahuan dimana lokasi kejadian.
    Long Shot (LS)
      Shooting dilakukan dari jarak jauh, tetapi tidak sejauh establish shot.digunakan untuk penekanan terhadap lingkungan sekitar atau setting dalam scene.
      Medium Shot (MS)
        Shooting untuk membuat frame actor. Biasanya dilakukan dari pinggang ke atas. Medium shot (MS) bias digunakan untuk membuat focus terhadap 2 orang actor yang saling berhadapan dan beinteraksi,missalnya: debat, berpelukan dan sebagainya.
        Over Tehe Shoulder Shot (OS)
          Shooting Untuk mengambil gambar actor melalui pundak actor yang lain,digunakan ketika para actor saling bertatapan muka satu sama lain.contoh salah satu actor berbicara kepada actor yang lain sedangkan yang lain mendengarkan.
          Close-Up (CU)
            Shoting diambil dari jarak dekat. Biasanya focus kepada wajah,digunakan untuk memperlihatkan ekspresi wajah/mimic dari actor. Memperhatikan detail objek,atau untuk mengarahkan audience pada suatu elemen yang dipentingkan.
            Tips Merekam Video Dengan Sempurna
            Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus.
            1. Atur white balance pada setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan.
            2. Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan (outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya.
            3. Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.
            4. Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir kopi panas).
            5. Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
            6. Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)
            7. Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
            8. Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama 10 detik. Jika suatu shot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.
              1. Kajian Pustaka

              Teknik Pengambilan Gambar Video



              Posisikan diri Anda dan kamera Anda. Jika Anda menggunakan tripod, pastikan itu stabil dan tingkat (kecuali Anda memiliki alasan untuk itu menjadi miring). Jika tripod memiliki tingkat semangat, periksa.
              Jika Anda akan panning dan / atau memiringkan, pastikan bahwa Anda akan nyaman diposisikan sepanjang bergerak secara keseluruhan. Anda tidak ingin memulai panci, kemudian sadar bahwa Anda tidak dapat mencapai sekitar cukup jauh untuk mendapatkan akhir itu. Jika itu akan sulit, lebih baik Anda mencari posisi yang paling nyaman pada akhir bergerak, sehingga Anda mulai dalam posisi yang lebih canggung dan menjadi lebih nyaman setelah Anda menyelesaikan bergerak.
              Jika kepala tripod tidak memiliki mangkuk (ini termasuk yang paling murah tripod), itu sangat penting untuk memeriksa bahwa framing masih terlihat tingkat seperti yang Anda panci - mungkin baik-baik saja dalam satu arah tetapi menjadi mengerikan miring saat Anda menggeser kiri dan kanan .

              Jika Anda tidak menggunakan tripod, menstabilkan diri Anda dan kamera Anda sebaik mungkin. Jaga lengan dan siku dekat dengan tubuh Anda (Anda dapat menggunakan lengan Anda sebagai "kurung" terhadap tubuh Anda). Bernapaslah terus. Untuk tembakan statis, tempat kaki Anda di lebar bahu (jika Anda berdiri), atau coba menguatkan diri terhadap beberapa benda padat (furnitur, dinding, atau apa pun).

              Frame menembak Anda. Kemudian melakukan pemeriksaan mental dengan cepat: white balance, fokus, iris, framing (garis vertikal dan horisontal, latar belakang, dll).

              Pikirkan tentang audio Anda. Audio adalah sama pentingnya dengan visi, jadi jangan lupa tentang hal itu.

              Tekan "record". Setelah Anda merekam, pastikan bahwa Anda benar-benar merekam. Tidak ada frustrasi lebih buruk dari menyadari bahwa Anda sengaja merekam sepanjang waktu Anda menetapkan ditembak ke atas, lalu berhenti merekam bila Anda pikir Anda mulai.
              Banyak kamera tape "roll-dalam waktu", yang berarti bahwa ada penundaan antara saat Anda menekan merekam dan saat kamera mulai merekam. Melakukan beberapa tes dan mencari tahu apa gulungan-in kamera Anda waktu, sehingga Anda kemudian dapat kompensasi untuk itu.

              Jauhkan memeriksa menampilkan status dalam jendela bidik. Pelajari apa semua indikator mean - mereka dapat memberikan informasi yang berharga.

              Gunakan kedua mata. Sebuah keterampilan berharga adalah kemampuan untuk menggunakan satu mata untuk melihat melalui jendela bidik, dan mata lain untuk menonton lingkungan Anda. Dibutuhkan waktu untuk mendapatkan digunakan untuk itu, tetapi itu berarti bahwa Anda dapat berjalan-jalan saat pemotretan tanpa tersandung, serta mengawasi keluar untuk tempat tindakan yang terjadi. Ini juga lebih mudah pada mata Anda selama tunas panjang.

              Belajarlah untuk berjalan mundur. Memiliki seseorang menempatkan tangan mereka di tengah-tengah punggung dan membimbing Anda. Gambar ini dapat terlihat bagus.

              Anda akan sering melihat presenter televisi berjalan dan berbicara, sebagai operator kamera berjalan mundur menembak mereka.

              Terus berpikir "Framing ... Audio ..." Selama Anda merekam, berpikir tentang bagaimana komposisi frame berubah, dan apa yang terjadi pada suara.

              Tekan "berhenti record" sebelum pindah. Sama seperti di masih fotografi, Anda harus menunggu sampai satu detik setelah Anda selesai merekam (atau diambil foto) sebelum Anda pindah. Video rumah Terlalu banyak mengakhiri setiap tembakan dengan gerakan dendeng sebagai operator menekan tombol berhenti.

              Itu saja yang ada untuk itu! Akhirnya, inilah beberapa tips untuk menghabisi dengan ...

              Jadilah diplomatik saat pemotretan. Pikirkan tentang orang-orang yang Anda menembak. Ingatlah bahwa orang sering tidak nyaman tentang menjadi difilmkan, jadi cobalah untuk berhati-hati dan tidak mengganggu (misalnya, Anda mungkin ingin memposisikan diri Anda beberapa jarak dari subyek dan zoom in pada mereka, bukannya "di wajah mereka").

              Banyak orang menemukan lampu merah di rekaman kamera mengintimidasi, dan membekukan setiap kali mereka melihatnya. Cobalah meliputi cahaya dengan sepotong pita untuk meringankan masalah ini.

              Belajarlah untuk menilai saat itu layak membuat gangguan diri demi tembakan, dan ketika itu tidak. Jika itu sebuah tembakan yang penting, mungkin diperlukan untuk ketidaknyamanan beberapa orang untuk bisa melakukannya dengan benar. Tetapi jika Anda akan membuat musuh lebih dari sesuatu yang tidak penting, lupakan saja dan melanjutkan.

              Gunakan "tanggal / waktu cap" fitur hemat. Ini perlu untuk memiliki waktu dan tanggal ditampilkan di seluruh video Anda, dan itu tampak murah. Jika Anda harus memiliki itu di sana, membawa itu selama beberapa detik, kemudian membuangnya.

              Kamera digital modern memiliki kemampuan untuk menampilkan atau menyembunyikan tampilan ini pada setiap saat setelah perekaman.

              Bersiaplah untuk bereksperimen. Pikirkan tentang beberapa hal yang Anda ingin mencoba melakukan, kemudian mencoba mereka pada waktu itu tidak masalah (yaitu tidak percobaan saat pemotretan pernikahan). Teknik yang paling baru membutuhkan latihan dan eksperimen untuk mencapai keberhasilan, dan kerja kamera yang bagus membutuhkan pengalaman.

              Jika Anda ingin menjadi baik, Anda harus menginvestasikan waktu.

              Sabtu, 11 Agustus 2012

              behind the scene TITANIC


              Behind the scene IP Man


              Visual Effect pada Fast & Furious 4


              Senin, 07 Mei 2012

              Download Camera Shooting Log

              Download Jenis Shot dan Sudut Pengambilan Gambar

              Download Istilah Acting

              TIPS DALAM MEMBUAT VIDEO KLIP


              VIDEO KLIP adalah kumpulan potongan-potongan visual yang dirangkai dengan atau tanpa efek-efek tertentu dan disesuaikan berdasarkan ketukan-ketukan pada irama lagu, nada, lirik, instrumennya dan penampilan band, kelompok musik untuk mengenalkan dan memasarkan produk (lagu) agar masayarakan dapat mengenal yang selanjutnya membeli kaset, CD, DVD.
              Memberikan imbas bagi seluruh stasiun TV untuk mendapatkan pemasukan dari iklan yang membeli tayangannya baik dalam bentuk program musik atau sebagai iklan itu sendiri, bahkan juga memberikan kesempatan bagi seluruh insan muda yang kreatif baik sebagai sutradara atau crew kreatif di dalamnya.

              HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBUAT VIDEO KLIP

              1. SIMBOL
              Tidak perlu adanya keselarasan antara gambar dan lirik, bahkan seringkali tidak
              ada hubungan antar keduanya.
              2. VERBAL
              Gaya desain penggambaran akan disesuaikan dengan isi lirik (gambar dan lirik saling

              menyatu).

              UNSUR VIDEO KLIP

              1. Bahasa Ritme (irama)
              Pelajari birama dulu apakah slow beat, fast beat, middle beat dan coba rasakan
              dengan ketukan-ketukan kaki untuk memperoleh tempo yang pas.
              2. Bahasa Musikalisasi (instrument musik)
              Pembuat Video Klip atau biasa disebut VIDEO CLIPPER haruslah mempunyai
              sebuah wawasan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan musik baik itu jenis
              musik, alat musik, bahkan juga profil band.
              3. Bahasa Nada
              Perhatikan aransemen nada, diskusikan dengan pi�ata musiknya tentang aransemen
              yang dibuat. Selanjutnya rasakan dengan hati nada-nada tersebut.
              4. Bahasa Lirik
              Seorang VIDEO CLIPPER dituntut mempunyai sebuah imajinasi visual terhadap
              lirik dan lagu walaupun tidaklah harus secara verbal.
              Jika ada lirik yang mengungkapkan kata �CINTA� maka sebagai simbolisasi tidak
              harus dengan bunga, warna pink, atau hati. Bisa saja berupa kertas (surat), sepatu
              butut (cinta tanpa mengenal status social), air (cinta yang mengalir). Atau bahkan
              bias dengan tarian kontemporer.
              5. Bahasa Performance (penampilan)
              Selami karakter pemusik, penyanyi, pemain band baik dari latar belakang
              bermusiknya, hingga ke profil fisiknya (hidung, mata, style, fashion dan gerak tubuh).

              TEKNIS SEDERHANA PEMBUATAN VIDEO KLIP

              1. PENENTUAN LOKASI SYUTING
              INDOOR
              Indoor on place (caf�, rumah, gedung pekantoran)
              Kebutuhan akan property sedikit lebih simple karena kebutuhan property seperti seperti meja, kursi, lemari, lampu hias, buku, dan sebagainya sudah tersedia. Penambahan property cenderung untuk melengkapi kebutuhan story board.
              Indoor Studio
              Harus mampu menata, membuat bahkan membangun set design sesuai denga kebutuhan story board. Hal ini menjadikan kemampuan pengembangan estetika seni mendapat peranan besar, karena tudgas seorang pi�ata artistic haruslah menciptakan bukan memanfaatkan set yang sudah ada.

              OUTDOOR
              Cenderung memanfaatkan segala property dan nuansa alam yang sudah ada dan cenderung yang lebih banyak diadopsi adalah natural keunikan alam atau lingkungannya (di pantai, pasar, gunung, dsb)

              2. STORY BOARD
              Dalam memproduksi video klip hal pertama yang harus dituangkan dari konsep adalah STORY BOARD, karena dari story board seorang sutradara video klip dapat mengungkapkan imajinasinya melalui gambar-gambar konsep visual yang bercerita.
              Dari story board lah seorang klipper akan lebih mudah berkonsentrasi dalam hal-hal yang bersifat teknis visual, penataan cahaya, penataan artistic, camera angle, ataupun performance sang artis.

              3. PERALATAN SYUTING/ PRODUKSI
              Peralatan yang dibutuhkan sangat ditentuntukan oleh klip seperti apa yang akan dibikin, hanya saja pasti ada alat utama yang harus ada terutama :
              CAMERA dengan kelengkapan seperti tripod, dolly, dolly track, crane.
              LIGHTING dengan kelengkapan stang, filter, dsb

              4. MEMPERKUAT CREW
              Pastikan anda bersama crew dan tim yang kompak dengan dipimpin seorang sutradara dalam pelaksanaan produksinya. Dalam penentuan crew tidak ada patokan berapa jumlahnya. Semuanya sangat tergantung dari produksi itu sendiri seberapa banyak ia membutuhkan tenaga.

              5. PENGAMBILAN GAMBARSetiap gambar yang diambil tentunya berdasarkan story board yang telah dibuat. Shot-shot untuk video klip sebenarnya tidak ada aturan khusus secara teknis tetapi dalam instruksi dan istilah-istilah yang dipakai tetap menggunakan aturan secara umum. Misal : Close Up, Medium shot, Cut, Cue, Running, dsb. Hal ini tentunya adalah untuk memudahkan dalam hal pelaksanaan teknis saat pra produksi, produksi dan editing.

              6. EDITING
              Pada era yang serba digital ini, editing mempunyai peranan yang cukup penting dalam proses akhir produksi sebuah video klip. Bahkan editing juga dapat mengatasi segala keterbatasan alat pada saat produksi untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan story board.
              Namun dengan hebatnya teknologi editing yang ada, sebagai seorang video klipper tetap dituntut harus mampu memperoleh produksi semaksimal mungkin tanpa tergantung dari editing.

              Selamat berkarya�

              FEATURE

              Feature adalah jenis berita yang sifatnya ringan dan menghibur. Menjadi seorang penulis feature harus memiliki ketajaman dalam memandang dan menghayati suatu peristiwa. Serta mampu menonjolkan suatu hal yang meski umum namun belum terungkap seutuhnya yaitu sisi humanisme.

              BERDASARKAN TIPENYA FEATURE DAPAT DIBEDAKAN MENJADI

              1. Feature Human Interest
              Langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan, simpati). Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, lika-liku kehidupan seorang guru atau dokter di daerah terpencil, atau kisah seorang menimbulkan kejengkelan (Contoh tayangannya : Program kejamnya Dunia, Investigasi, Jendela, Delik, derap Hukum, dll).

              2. Feature Pribadi-Pribadi Menarik Atau Feature Biografi
              Misalnya riwayat hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi atau seorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi (Contoh tayangannya : Program Silet, dll).

              3. Feature Perjalanan
              Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektifitas menonjol, karena biasanya penulisannya yang terlibat langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan �Aku�, �Saya�, atau �Kami� (sudut pandang �Point Of View� orang pertama) (Contoh tayangannya : Program Menantang batas, Koper & Ransel, dll).
              4. Feature Sejarah
              Yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan, atau peristiwa keagamaan, dengan memunculkan �tafsir baru� sehingga tetap terasa aktual untuk masa kini. (Contoh tayangannya : Program Silet, Program Khusus, dll).

              5. Feature Petunjuk Praktis (TIPS)Yaitu mengajar keahlian, how to do it. Misalnya tentang memasak, merangkai bunga, membangun rumah, dan sebagainya (contoh tayangan : Program Sisi Lain, Good Morning, dll).

              STRUKTUR TULISAN
              Menulis Feature tidak ada aturan khusus. Namun demikian, dalam menulis feature, usahakan apa yang ditulis itu tidak monoton. Data yang diungkapkan kuat, detail, fakta, harus ada dan benar. Sebenarnya menulis feature lebih tergantung pada kekuatan menulis atau ketrampilan menulis.

              JENIS-JENIS FEATURE
              Adapun jenis-jenis feature di antaranya :

              1. Feature Berita
              Yang lebih banyak mengandung unsur berita berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian khalayak. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight news. (Contoh tayangan : Program Investigasi, Delik, Sigi 30 menit, dll).

              2. Feature Artikel
              Yang lebih cenderung segi sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak aktual lagi atau berkurangnya aktualitasnya. Misalnya, tulisan mengenai suatu keadaan atau kejadian, seseorang suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan, dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur. (contoh tayangan : Program Jakarta Underground (atmosphere) Jejak Malam, Fenomena dll).

              Selasa, 01 Mei 2012

              Membuat Film Animasi

              Taukah anda cara membuat film animasi? begini caranya, simak prosesnya:

              1. Penyampaian Ide Cerita
              Langkah awal ini pencetus ide menyampaikan idenya kepada tim pengembang. Nantinya, ide itu akan dikaji segala kemungkinannya termasuk prospek jualannya. Bagian yang paling sulit adalah meyakinkan audiens bahwa ide ini bagus dan bisa dijual. Tentukan tema cerita (bisa didapat dari kehidupan keseharian, cerita-cerita animasi yang sudah ada, komik, dsb)
              � Contoh konsep cerita: hiburan, lingkungan hidup


              2. Pecatatan Ide Cerita
              Inti dari ide cerita itu akan dibuat menjadi semacam dokumen. Biasanya, ide ini akan diolah dan dikembangkan sedemikian rupa. Tujuannya untuk melihat semua kemungkinan menyangkut kreasi yang akan dibuat oleh bagian pengembang.


              3. Pembuatan Storyboard
              Begitu ide cerita selesai dicatat dan dikembangin, dibuatlah storyboard. Storyboard adalah proses penggambaran dengan cara manual, persis seperti di buku komik. Nantinya akan digunakan sebagai patokan gerakan dan dialog yang akan dibuat dalam film. Setiap pembuat storyboard akan menerima skrip. Di dalamnya ada keterangan tentang karakter tokoh yang akan dibuat yang harus tampak dalam gerakan tokoh tersebut.
              � Mengapa perlu Storyboard?
              a. jika film dikerjakan 1 tim, agar alur cerita bisa dipahami oleh anggota tim.
              b. Agar kita tidak lupa dengan alur cerita yang sudah kita rencanakan (sebagai pedoman atau pengingat)
              c. Untuk mempermudah pembacaan isi cerita secara visual (seperti komik)
              � Seperti komik, storyboard umumnya terdiri dari beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat:
              a. bentuk (alur cerita)
              b. bentuk adegan
              c. bentuk klimaks (adegan yang paling memuncak dalam isi cerita)
              d. bentuk dramatisasi (adegan yang berisi tentang adegan karakter tertentu yang berisi romantisme, lucu, teror, dan takut)
              � Dalam pembuatan storyboard terdapat beberapa istilah khusus, seperti:
              a. Kamera (pengambilan kamera untuk pembuatan film biasa atau animasi)
              b. Bahasa-bahasa teks berita (menerangkan dialog yang harus diucapkan)
              c. Bahasa Audio dan Special Effect (bahasa yang menerangkan letak suara yang harus ada dalam adegan tersebut dan efek khusus yang harus digunakan).


              4. Perekaman Suara
              Begitu storyboard selesai dibuat, pengisian suara sementara untuk storyboard pun direkam. Ini cuma buat guide aja buat mempermudah pembuatan animasi. Nantinya, suara-suara ini bakal digantiin sama aktor profesional yang dikontrak mengisi suara karakter.
              � Animasi akan lebih hidup jika ada suara yang mengiringi jalan cerita animasi tersebut.
              � Suara untuk animasi dapat diperoleh dengan merekam sendiri atau mengedit file suara dengan software pengedit suara (audio editor).


              5. Pembuatan Rol Film
              Rol adalah sebuah rekaman video yang menghasilkan setiap sekuen storyboard yang udah jadi. Video ini tidak dilengkapi dengan penjelasan jalan ceritanya. Rol ini merupakan tahapan penting untuk meloloskan sebuah sekuen.


              6. Penciptaan Tampilan
              Berdasarkan storyboard, proses kreatif serta hasil kerja tim pengembang, pekerjaan dilanjutkan oleh unit seni. Di bagian ini, bakal dibuat gambaran dunia serta karakter-karakternya. Mereka juga membuat gambar set, tampilan visual, serta warna-warna yang bakal dipake. Termasuk pencahayaan biar terkesan lebih nyata.


              7. Pembuatan Model
              Karakter-karakter film akan dibuatkan patung modelnya secara hand made. Acuannya adalah dari hasil kerja unit seni. Selanjutnya akan di-scan dengan teknik tiga dimensi atau bisa juga langsung dibuatkan model 3-D nya di komputer. Selanjutnya tugas animator untuk membuat karakter bergerak.


              8. Melengkapi Set
              Setelah set dibuat secara tiga dimensi, masih harus dilengkapi komponen lain. Contohnya kursi, tirai bahkan mainan untuk membuat tampilan yang lebih nyata. Pembuat set bekerja dengan pengawasan dari sutradara. Ini untuk memastikan bahwa lingkungan yang dibuat sesuai keinginan sutradara.


              9. Penggarapan Scene
              Di bagian ini, tim lay out mulai memasukkan karakter-karakter ke dalam set. Tahap ini udah mulai menggunakan kamera untuk menangkap emosi dan inti cerita setiap scene.


              10. Sentuhan Animasi
              Selanjutnya, para animator mengatur gerakan-gerakan serta ekspresi wajah karakter dalam setiap scene.


              11. Dimensi Set dan Karakter
              Penciptaan dimensi ini terpisah dari permukaan yang akan digarap. Hasilnya berdasarkan model. Sementara tekstur permukaan ditentukan oleh penciptaan dimensi ini.


              12. Pencahayaan dan Penyempurnaan Tampilan
              Setiap scene digarap seperti layaknya membuat pencahayaan untuk objek tiga dimensi. Ini semua menggunakan pencahayaan digital. Tujuannya untuk menghasilkan nuansa yang sempurna. Penciptaan pencahayaan ini tetap mengambil acuan dari skrip yang dibuat unit seni.


              13. Data Komputer di-Render:
              Rendering adalah mengolah semua komponen. Dalam hal ini set, warna, gerakan karakter dan lain-lain ke dalam satu frame film.


              14. Final Touch
              Editor mengevaluasi keseluruhan unsur musik yang dimasukan. Termasuk efek-efek suara yang digunakan. Terakhir, frame-frame digital akan direkam ke dalam film. Dan, film animasi pun kelar dibuat, temukan info terkait tentang, proses pembuatan film

              Jumat, 06 April 2012

              Film Pendek Remaja

              Kamis, 09 Februari 2012





              Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/dok)



              SOLO � Panitia pelaksana Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) membuka pendaftaran jalur undangan mulai Rabu (1/2/2012) esok hingga Kamis (8/3/2012). Tahun ini, nilai rapor bisa digunakan sebagai salah satu syarat pendaftaran.
              Menurut Ketua Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Panitia Lokal 44, Prof Sutarno, MSi, PhD, tahun ini ada peraturan dimana prestasi akademik menjadi salah satu persyaratan untuk bisa masuk SNMPTN melalui jalur undangan. Murid yang memiliki nilai rapor atau prestasi akademik tinggi dan konsisten pada semester tiga, empat dan lima dapat diusulkan sekolah untuk mengikuti pendafataran jalur undangan. Dia mengungkapkan kepala sekolah akan merangking dan merekomendasikan murid berdasarkan prestasi tertinggi.
              �Tahun ini ada 996 kuota yang disediakan panitia bagi para murid berprestasi,� jelas dia saat jumpa pers di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (31/1/2012) sore. Dia mengatakan kendati dapat menggunakan nilai rapor sebagai salah satu persyaratan pihaknya tidak memperkenankan murid pindahan pada semester tiga, empat dan lima dapat masuk seleksi ini. Panitia masih memberikan pertimbangan apabila murid tersebut pindah sekolah pada semester satu, karena mereka bisa mengikuti satu jenjang pendidikan dalam akreditasi sekolah yang sama. �Kami sulit melacak standar akreditasi sekolah bagi murid pindahan, mengingat masing-masing sekolah memiliki akreditasi yang berbeda,� jelas dia.
              Dia mengatakan kepala sekolah diharapkan dapat memberikan rekomendasi secara fair, artinya murid yang memiliki nilai tertinggi dan konsisten bisa mendapatkan peluang bukan lantaran ada faktor-faktor lainnya. Lebih lanjut diungkapkan Humas SPMB Panitia Lokal 44 UNS, Tundjung W Sutirto, kepala sekolah diharapkan segera dapat mengakses sehingga data dari sejumlah murid bisa langsung melaluihttp://undangan.snmptn.ac.id.
              �Akreditasi sekolah menjadi pertimbangan dalam penentuan rangking pada SNMPTN jalur undangan,� jelasnya.
              Lebih lanjut, Prof Sutarno, mengatakan UNS memiliki tambahan jumlah kuota penerima beasiswa Bidikmisi dari tahun sebelumnya yakni dari 400 orang menjadi 500 orang. Peserta yang menerima beasiswa ini akan mendapatkan dana pendidikan senilai Rp6 juta per semester. Dia mengatakan calon penerima beasiswa ini terlebih dahulu harus didaftarkan oleh kepala sekolah untuk menentukan siapa saja murid berprestasi namun tidak mampu.
              �Calon peserta terlebih dahulu didaftarkan oleh kepala sekolah melalui http://bidikmisi.dikti.go.id,� jelasnya.
              Jadwal
              - Proses seleksi: 1 Februari, pukul 08.00 WIB hingga 8 Maret, pukul 22.00 WIB
              - Seleksi Jalur Undangan: 9 Maret-15 Mei 2012
              - Pengumuman jalur undangan: 25 Mei, pukul 18.00 WIB
              - Pendaftaran ulang: 12-13 Juni 2012
              Sumber: SPMB UNS

              Kamis, 24 November 2011

              Mengenal Adobe After Effect CS3


              Adobe After Effect adalah program pengolah video editing. Fungsi Adobe after Effect adalah digunakan untuk mengolah dan menambahkan efek - efek khusus dalam pembuat video acara -acara seperti pernikahan, maupun pembuatan iklan di industri perTVan (broadcast).

              Cara memulai program After Effect CS3
              - Pada waktu penulis menginstal program After Effect ini penulis sendiri pertama kali juga dibuat bingung, bagaimana memulainya? apa yg harus saya lakukan dengan program ini? apakah saya bisa memakainya? dan beberapa pertanyaan lainnya, akhirnya dengan sedikit kesabaran dan ketelatenan penulis mulai bisa menguasai sedikit dan langsung dibagikan kepada para pengunjung di ilmuGrafis :) "walaupun kecil yg penting berbagi, tul gak gan"

              berikut ini cara membuat lembar kerja baru di Adobe After Effect:
              disini penulis menggunakan After Effect CS3
              1. Pada Windows Klik Start >> All Program >> Adobe After Effect CS3
              maka anda akan melihat tampilan seperti ini:
              image www.ilmugrafis.com
              klik gambar untuk memperbesar tampilan Layout AE CS3
              sebelum kita masuk ke langkah berikutnya, simak keterangan Layout AFTER EFFECT CS3 di atas


              + MENU UTAMA
              Tempat kumpulan menu - menu untuk mengakses fitur yang ada di AE CS3 terdiri dari File, Edit, Composite, Layer, Effect, Animation, dll



              + TOOL BAR
              Tempat alat - alat untuk mengEdit Video nantinya seperti Zoom, Teks, Shape, Clone, dll


              + LIBRARI dan EFEK VIEW
              Tempat file source dan juga tampilan efek yang akan dimunculkan di Video anda. Ini adalah tempat semua impor Komposisi, Video, Audio, Graphics dll

              + KUMPULAN PALLETE
              Ada beberapa seperti Time, Audio, Efek dll. Ini panel yang besar namun tidak sepenuhnya diperlukan untuk penggunaan dasar. Hal ini dapat ditutupi di Tutorial yang akan datang.

              + KOMPOSISI
              Menampilkan isi frame untuk komposisi yang dipilih

              + DETAIL EFEK dan LAYERS
              Seperti halnya program desain grafis lainnya, Palette ini digunakan untuk Navigasi anda dalam mengedit Video serta memberikan sentuhan permainan LAYER MODE, BLEND MODE, maupun MASKING untuk menggabungkan 2 gambar atau lebih sehingga terlihat menjadi 1 tampilan Animasi


              + TIMELINE
              Timeline adalah fungsinya menampilkan durasi dan panjang video serta tampilan layer dan keyframe anda


              2. klik Composition >> New Composition
              image www.ilmugrafis.com

              nah akan muncul seperti ini:
              image www.ilmugrafis.com
              Penjelasan Setting Composition di After Effect CS3
              A. Berikan nama Komposisi Anda [sesuatu yang sedikit lebih deskriptif dari "Comp satu" misal nama project anda]
              B. Atur tahap yang diperlukan dimensi Anda jika Anda tahu spesifik Ukuran Video anda [ini bisa diubah nanti jika diperlukan]
              C. Set Pixel Rasio Aspek untuk Square Pixel karena ini akan menjadi Flash
              D. Mengatur frame rate AE untuk menyesuaikan frame rate yang ingin Anda gunakan dalam Flash
              E. Tetapkan durasi Anda diperlukan Komposisi [ini juga bisa diubah nanti jika diperlukan].
              Klik OK
              image www.ilmugrafis.com
              Ok, Sekian dulu Tutorial Dasar After Effect dari saya

              Rabu, 19 Januari 2011

              tutorial after effect cs

              Tutorial dan Belajar Adobe After Effect dari dasar hingga mahir untuk mengolah dan membuat animasi film atau movie

              Mengenal Adobe After Effect CS3


              Adobe After Effect adalah program pengolah video editing. Fungsi Adobe after Effect adalah digunakan untuk mengolah dan menambahkan efek - efek khusus dalam pembuat video acara -acara seperti pernikahan, maupun pembuatan iklan di industri perTVan (broadcast).

              Cara memulai program After Effect CS3
              - Pada waktu penulis menginstal program After Effect ini penulis sendiri pertama kali juga dibuat bingung, bagaimana memulainya? apa yg harus saya lakukan dengan program ini? apakah saya bisa memakainya? dan beberapa pertanyaan lainnya, akhirnya dengan sedikit kesabaran dan ketelatenan penulis mulai bisa menguasai sedikit dan langsung dibagikan kepada para pengunjung di ilmuGrafis :) "walaupun kecil yg penting berbagi, tul gak gan"

              berikut ini cara membuat lembar kerja baru di Adobe After Effect:
              disini penulis menggunakan After Effect CS3
              1. Pada Windows Klik Start >> All Program >> Adobe After Effect CS3
              maka anda akan melihat tampilan seperti ini:
              image www.ilmugrafis.com
              klik gambar untuk memperbesar tampilan Layout AE CS3
              sebelum kita masuk ke langkah berikutnya, simak keterangan Layout AFTER EFFECT CS3 di atas

              + MENU UTAMA
              Tempat kumpulan menu - menu untuk mengakses fitur yang ada di AE CS3 terdiri dari File, Edit, Composite, Layer, Effect, Animation, dll

              + TOOL BAR
              Tempat alat - alat untuk mengEdit Video nantinya seperti Zoom, Teks, Shape, Clone, dll

              + LIBRARI dan EFEK VIEW
              Tempat file source dan juga tampilan efek yang akan dimunculkan di Video anda. Ini adalah tempat semua impor Komposisi, Video, Audio, Graphics dll

              + KUMPULAN PALLETE
              Ada beberapa seperti Time, Audio, Efek dll. Ini panel yang besar namun tidak sepenuhnya diperlukan untuk penggunaan dasar. Hal ini dapat ditutupi di Tutorial yang akan datang.

              + KOMPOSISI
              Menampilkan isi frame untuk komposisi yang dipilih

              + DETAIL EFEK dan LAYERS
              Seperti halnya program desain grafis lainnya, Palette ini digunakan untuk Navigasi anda dalam mengedit Video serta memberikan sentuhan permainan LAYER MODE, BLEND MODE, maupun MASKING untuk menggabungkan 2 gambar atau lebih sehingga terlihat menjadi 1 tampilan Animasi

              + TIMELINE
              Timeline adalah fungsinya menampilkan durasi dan panjang video serta tampilan layer dan keyframe anda

              2. klik Composition >> New Composition
              image www.ilmugrafis.com

              nah akan muncul seperti ini:
              image www.ilmugrafis.com
              Penjelasan Setting Composition di After Effect CS3
              A. Berikan nama Komposisi Anda [sesuatu yang sedikit lebih deskriptif dari "Comp satu" misal nama project anda]
              B. Atur tahap yang diperlukan dimensi Anda jika Anda tahu spesifik Ukuran Video anda [ini bisa diubah nanti jika diperlukan]
              C. Set Pixel Rasio Aspek untuk Square Pixel karena ini akan menjadi Flash
              D. Mengatur frame rate AE untuk menyesuaikan frame rate yang ingin Anda gunakan dalam Flash
              E. Tetapkan durasi Anda diperlukan Komposisi [ini juga bisa diubah nanti jika diperlukan].
              Klik OK